Senin, 21 November 2011

ISLAM, Ya ISLAM…!!!

Oedien Seamsuodien
Aku akan mendefinisikan Islam sebagaimana pernah ada orang mendefinisikanya: Islam adalah penyerahan, penyerahan adalah keyakinan, keyakinan adalah pengukuhan, pengukuhan adalah pengakuan, pengakuan adalah pelaksanaan (kewajiban), dan pelaksanaan kewajiban adalah amal.”
(Ali Bin Abi Thalib r.a)

B
ukan sulap bukan sihir. Jangan pula kaget, apalagi sutris kalo akhir-akhir ini banyak yang benci sama islam. Kalo dia musuh islam, yaa wajar aja. Tapi mungkin rada-rada terkejut kalo yang ga suka ma islam justru kaum muslimin itu sendiri. Ada yang nekat bikin tafsir baru tentang ayat-ayat yang ada di Al-Qur’an, ada pula yang tega menyebutkan bahwa islam ga berpihak pada wanita, dengan adanya hukum poligami, yang menurut pengkritikanya, menyengsarakan kaum wanita. Malah, gak sedikit yang kemudian memodifikasi islam dengan ajaran lainya, maka muncul istilah islam liberal, islam moderat untuk menandingi istilah yang mereka buat sendiri, yakni islam fundamentalis, islam radikal, islam garis keras dsb. Waduuuuhhh…..!!
Ehm….saya gak bermaksud memprovokasi supaya kamu jadi bringas, pasang muka garang, tangan mengepal siap melayangkan bogem mentah kepada mereka yang mulai mempertanyakan kebenaran islam. Enggak…..!!! saya cuma ingin ngajak kamu belajar, memahami, dan mengenalkan ajaran islam.
Tenang aja. Gak gerasak-gerusuk kayak orang mau kebelet pipis. Pikiran tenang, hati jernih, insyaAllah bisa ngendaliin keadaan. Jadinya kita juga bisa melawan setiap upaya penghancuran ajaran islam dengan kajian mencerdaskan pula. Paling nggak, kita ngasih jawaban yang berasal dari ajaran islam. Bukan dari yang lain. Sebab, kalo dilawan dengan hawa nafsu, juga akibatnya bisa fatal bangeett.
Kita pengin coba bahas sedikit kenapa masih ada yang meragukan ajaran islam. Padahal, islam emang beda…!! Beda ama agama manapun dan emang gak bisa disamain dengan ideology manapun. Makanya, banyak yang nyesek kalo islam sampai kembali memimpin dunia ini. Panas dingin deh….! Kenapa…??? Karena, pasti akan menjadi pesaing utama ideology yang ada, khusunya kapitalisme. Jadinya, setiap ada usaha kaum muslimin untuk memurnikan ajaran islam, pasti deh dikecam, pasti tuh dicemooh, bahkan dengan sadis bilang kalo islam tuh ngajarin terorisme. Oo……ow….!!(gak salah nuduh nih..???)
Sobat muda muslim, jangan dulu begidik tanda nggak suka dengan tulisan ini. Sebab disini saya janji, gak bakalan ngedoktrin kamu dengan cara menggurui (apalagi menghakimi). Nggak….!! Tapi saya coba ngajak kamu berfikir, berusaha menuntun kamu dengan ngajak ngobrol asyik soal yang katanya berat-berat itu. Setuju kan…???­
Ketika Islam dipertanyakan
Rasa-rasanya emang aneh. Tapi beginilah kenyataanya. Kamu pasti udah pernah denger dong dengan soal KHI alias Kompilasi Hukum Islam? Yuph, counter legal draft KHI ini bernah bikin geger. Kenapa…? Soalnya, draft yang disusun oleh tim pengarusutamaan gender bentukan DEPAG ini ganjil banget (makhluk ganjil dong?). disebut bahwa poligami dilarang. Perkawinan beda agama malah disahkan. Kawin kontrak diijinkan. Pembagian waris antara laki-laki dan perempuan harus sama dan sebanding. Udah gitu, ngasih batas perkawinan minimal 19 tahun. Laki-laki, sebagaimana umumnya perempuan --- juga memiliki masa ‘iddah (misalnya kalo udah cerai, kudu menanti sekian bulan untuk bisa menikah lagi), seorang gadis menikahkan dirinya sendiri tanpa walinya (padahal yang benar hal itu Cuma berlaku untuk para janda). Walah!!
Sobat muda muslim, kalo diusut-usut (tapi gak sampai kusut lho), ternyata draft KHI ini disusun berdasarkan empat pendekatan: gender, pluralism, HAM, dan demokrasi. Heuheu…pantes aja kacau beliau. Karena semua itu tidak saja bertentangan dengan islam, tapi juga menetang islam. Jadi, memang gak bakalan bisa nyetel untuk mengatur islam, tapi aturanya dari luar islam. Ibarat mau bikin sayur lodeh, kok pake resep bumbu untuk sop? Nggak nyetel tuh!!!
Kalo menurut Pak Adian Husaini, salah seorang anggota MUI, “menyimak dasar pijakan penyusunan draft KHI, sebenarnya pola piker yang mendasari tim penyusun bukanlah pola pikir yang berkembang dalam tradisi islam. Epistimologi atau metodologi penafsiran Al-Qur’an dan sunnah yang digunakan bukanlah metodologi penafsiran yang digunakan kaum muslimin selama ini. Mereka lebih suka meminjam metodologi hermeneutis.” (mbah google). Ambil contoh soal larangan poligami yang termuat dalam draft KHI tersebut.
Aneh banget kan, sesuatu yang dimubahkan Allah malah mereka larang, tapi yang udah jelas haramnya mlah didiamkan bahkan malah didukung. Kacau euy, padahal Allah telah mengahalalkan poligami sebagai solusi atas suatu permasalahan baru. Allah berfirman : “jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kalian mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga atua empat. Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (QS an-Nisa’ [4]:3) bukan berarti saya mengajari poligami lho ya….!!! Hehehe

Senin, 14 November 2011

ISLAM I’M IN LOVE

Oedien Seamsouedien
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling mencintai adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit.”

( HR.Bukhari, Muslim )


Huhuy….!!! Kesanya gimanaa gitu. Oya, ini bukan judl film tandingan Eiffel, I’m in Love. Ini sekedar judul yang moga saja ‘efek’-nya bisa lebih dalem lagi tentang perasaan cinta kita kepada islam. Karena apa? Karena jatuh cinta sama islam bikin segalanya tampak indah. Bener lho, kagak bo’ong!
Nah, ngomong-ngomong soal islam, ternyata banyak manusia yang tergoda dan akhirnya tulus mencintai agama Allah yang risalahnya dibawa Muhammad SAW. Abisnya, pesona islam hidup lebih hidup sih..! jadi siapa pula yang tega mentelantarkanya? Kayaknya itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang gak kenal sama islam dan satu lagi, yang membenci islam. Setuju? Kudu! (maksa banget nih!)
Tipe yang mana kamu? Kayaknya masih mending deh kalo sekedar belum kenal ma islam. Itu bisa kita upayakan untuk mengenalnya lebih dekat, lebih dalem, dan lebih intim. Kata pepatah, “tak kenal maka ta’aruf”hehehe..bener dong. Kalo nggak kenal ya, ya kita kenalan. Biar tambah kenal terus ujungnya kita bisa sayang tuh! Betul?
Islam, agama yang sudah malang melintang selama lebih dari 14 abad ini banyak yang mencintainya, meski kudu diakui bahwa banyak juga yang membencinya…! Kenapa? Karena kehadiranya, bagi yang memiliki akal sehat dan nalar yang cerdas, islam adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Tapi, bagi mereka yang akalnya turun ke jempol kaki, dan nalarnya jongkok, ditambah hawa nafsu yang menjadi panglimanya, maka islam layak untuk dibenci.
Bro, cinta kita kepada islam tuh harus lain daripada yang lain. Kenapa? Karena islam adalah agama yang dijamin kebenaranya oleh Allah. Agama ini diemban risalahnya oleh Nabi Muhammad. Jelas, islam berasal dari summber yang nggak mungkin salah. Itu sebabnya, kecintaan kita pada islam bukan lagi menggelapkan mata istilahnya, tapi mencerahkan hidup kita. Ujungnya kita akan taat pada seluruh ajaran islam dan bahkan kita ingin menyampaikan kebenaran islam ini kepada siapa pun dengan segala kemampuan yang kita miliki. Tentunya, ini sebagai bukti kecintaan kita kepada islam, Rasululla SAW, dan juga Allah SWT. Begitu sobat!

Bukan Cinta Biasa
Sobat muda muslim, Salman Al- Farisi demi cintanya kepada kebenaran. Ia rela mencari agama yang sanggup mencerahkan pikiran dan mengobati kegundahan jiwanya. From Persia With Love. Yup, boleh dibilang begitu. Sebab, dengan cinta didada untuk mencari kebenaran, belia rela jauh-jauh dari Persia berkelana sampai terdampar di Madinah. Bertemu Rasul dan masuk islam. Kecintaanya kepada islam mengalahkan kepercayaanya sebagai kaum penyembah api. Yes, Salman meninggalkan agam Majusi (Zoroaster).
Dikau tahu Mush’ab bin Umair? Duh, sahabat yang satu ini ridho ninggalin istana megahnya demi cintanya pada islam. Rela mencampakkan pakaian indah dan gemilang harta. Islam, mampu menenggelamkan segala kenikmatan dunia lainya.
Mush’ab bin Umair adalah orang pertama yang diutus oleh Rasulullah untuk membacakan Al-Qur’an, mengajarkan islamdan memberi pemahaman agama kepada masyarakat Madinah. Mush’ab menemani 12 orang laki-laki Madinah setelan Ba’iat ‘Aqabah pertama.
Alhamdulillah, islam kemudian tersebar cepat di Madinah. Hingga membuat Rasulullah gembira dan memikirkian untuk hijrah kesana sekaligus menerapkan islam sebagai ideology Negara. Subhanallah, begitulah jika cinta sudah terpatri kuat dihati. Islam memang layak kita cintai, kita bela, dan kita perjuangkan.
Ini baru sahabat-sahabat Rasulullah lho,,bagaimana dengan Rasullah? Ini salah satu kisahnya, Simak ye……….!!!
Aisyah, bercerita tentang Rasulullah setelah didesak oleh Abdullah bin Umar. Apa yang diceritakan Ummul Mukminin Aisyah? Beliau menceritakan sepotong kisah bersama Rasulullah: “Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudahb bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya, Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabbku.” Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat dengamu, tapi, aku senang melihatmu beribadah pada Rabbmu”. Dia bangkit mengambil gharaba air dan berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Qur’an, juga sambil menangis hingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya membasahi bumi dibawahnya. Pada waktu fajar Bilal dating dan masih melihatnya menangis. “Mengapa anda menangis? Padahal Allah ampuni dosa-dosa yang lalu dan yang kemudian?” Tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkanya.”
Demi cintanya kepada Allah, dan juga agama ini, Rasulullah sanggup mengesampinkan kenikmatan-kenikmatan lainya. Subhanallah. Sekali lagi, ini bukan cinta biasa..!!
Kenali, sayangi!
Kalo udah kenal, rasa yasang itu dengan sendirinya akan muncul.bahkan rasa sayang itu bisa bisa diterjemahkan lebih dalam, yakni dengan pembelaan dan perjuangan. Hebat sekali bukan?
Gimana caranya kenal ma islam? Sepertinya halnya Rasulullah mengutus Mush’ab bin Umair untukn mengajarkan islam, maka satu-satunya cara untuk mengenal islam adalah dengan mempelajatinya. Jadi, Ngaji.
Jadi, intinya memang dengan belajar untuk bisa untuk mengenali islam. Ujungnya, kita jadi sayang. Jangan kalah dengan rasa cinta kitya terhadap lawan jenis aja. Kalo sudah seneng ma orang yang kinclong dikelas, pengenya deket, biar bisa tahu rahasia hatinya.berbagai cara dilakukan untuk PDKT. Tujuanya, untuk bisa tahu seberapa pantas ia jadi calon kita.jangan jangan kitanya aja yang kegeeran, padahal mah dia nggak cinta seujung rambutpun kepala kita. Kalo gitu, langsuh deh nyanyi pupus-nya dewa. Kasihan deh lo…!
Sobat muda muslim, kita kudu yakin kalo cinta kita pada islam tu ada untungnya. Islam memberikan segalanya buat kita. Kenikmatan di dunia dan juga diakhirat. Dijamin nggak akn bertepuk sebelah tangan deh kalo kita mencintai islam, RasulNya, dan juga Allah. Insya Allah sukses dunia akhirat. Setiap kita melakukan perintah yang wajib maupun sunnah, juga tidak melakukan yang haram, insya Allah ada ganjaranya. Inilah okenya islam.
Mulai sekarang, tancapkan niat untuk belajar mengenal islam. Sabda Rasulullah: “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang, maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesunggunya memperoleh ilmu hanya dengan belajar”. (HR Bukhari)
Nah, kalo udah tau, kan kita bisa sayang sama islam tuh. Kayaknya pantes deh kalo kita tulis besar-besar di depan meja belajar kita: “Islam, I’m in Love”